Senin, 30 Maret 2015

Jangan Minum Kopi Pada Jam Ini

Selama ini kopi dianggap sebagai salah satu bahan bakar manusia untuk menjaga stamina. 

Mulai dari pagi hari, siang, hingga menjelang tidur, kopi tetap jadi minuman pendamping yang menyenangkan. 

Banyak pakar kopi yang mengatakan, bahwa batas aman minum kopi yang paling aman adalah tiga cangkir dalam satu hari. Hal itu dikarenakan agar penikmat kopi dapat terhindar dari gangguan tidur seperti insomnia.

Tapi tahukah anda waktu dan jam yang tepat untuk meminum secangkir kopi? Steven Miller, seorang ahli saraf dari Uniformed Services University of the Health Sciences mengatakan bahwa jam minum kopi tidak bisa sembarang waktu.

08.00-09.00 Pagi

Setelah bangun pagi, kadar kortisol manusia cenderung tinggi bahkan bisa di atas rata-rata atau angka normal. Kortisol adalah hormon yang sangat terkenal dan biasa keluar saat manusia mengalami stress.

Menyeruput kopi saat kortisol sedang tinggi sekitar pukul 08.00 sampai 09.00 akan menyebabkan kondisi tubuh menjadi kurang efektif. meminum kopi di jam ini bisa menimbulkan rasa candu bagi penikmatnya. 

Asupan kafein yang masuk dalam tubuh terasa kurang mampu mendongkrak stamina. Sehingga tubuh terus meminta kafein yang bisa berisiko gangguan kesehatan jantung karena terlalu banyak kafein.

Selain pukul 08.00-09.00, Steven juga menyarankan tidak meminum kopi pada pukul 13.00 dan 17.30 hingga 18.30. Hal itu dilakukan untuk menjaga kadar kortisol tetap normal.

09.30 dan 11.30 Siang

Sementara itu, waktu yang tepat untuk meminum kopi yakni antara pukul 09.30 dan 11.30 siang. Sebab pada saat itu, kafein bekerja bersamaan dengan hormon kortisol yang membantu mengatur jam kerja tubuh manusia dan meningkatkan kewaspadaan

JAdi minum kopi boleh saja tapi disarankan untuk tidak dilakukan pada jam-jam tersebut. *(aliudin)






Selasa, 24 Maret 2015

MUTASI BRIGADIR REALOKASI

Berikut Ini adalah Daftar Mutasi Brigadir Polda Sumsel dan Jajaran








Pra Wedding


Palembang, Seringkali kita dengar kata foto pre wedding bahkan seakan menjadi pertanyaan standar bagi setiap calon pengantin tentang foto tersebut. Namun sebenarnya ada arti yang lebih luas pada pengertian Foto Pre Wedding dibandingkan arti yang selama ini kita ketahui. Sebelum Anda bersama pasangan salah pengertian tentang arti kata ini, ada baiknya Anda berdua baca artikel di bawah ini.

Kata Foto Pre Wedding berasal dari bahasa Inggris yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia akan berarti foto sebelum pernikahan. Namun seiring waktu, banyak yang akhirnya menganggap bahwa foto ini berarti foto di suatu lokasi, dengan konsep serta pakaian yang memang dipersiapkan untuk kemudian hasil foto tersebut dipajang pada acara resepsi, pada undangan dan pada suvenir pernikahan.

Padahal pengertian dari kata ini sendiri sebenarnya adalah foto yang dilakukan sebelum pernikahan itu sendiri. Bisa meliputi foto pertunangan, foto acara Midodareni (dari adat budaya Jawa, malam sebelum pernikahan berlangsung).

Jadi  Foto Pre Wedding adalah benar – benar foto yang dilakukan sebelum acara pernikahan, bisa berupa foto dokumentasi sebuah acara adat sebelum pernikahan, foto dokumentasi pertunangan maupun foto gaya yang selama ini banyak diketahui oleh orang dengan sebutan Pre Wedding.

Jadi jangan salah sangka dan bingung lagi ya kalau ada yang memasukkan kategori foto pertunangan, foto Midodareni dengan sebutan foto yang sama.

Saya dan istri ( Lismariah, Am.Keb) saat foto Pre Wedding di Studio Humas Jl.Jenderal Sudirman Palembang dengan kameramen serta Editing Briptu Farizal dengan beberapa latar*(aliudin.M)









Selasa, 17 Maret 2015

Majalah Wira Bhakti 2014

Palembang, Mungkin tidak terbayangkan oleh diriku menjadi anggota Polri yang membuat, mengedit dan mendesain majalah, karena pertama kali bercita-cita menjadi seorang anggota Polri yang menangkap dan memeriksa penjahat. Tetapi itulah kenyataannya.

Mendaftar menjadi anggota Polri pada april 2003 dan menjalani pendidikan selama 5 bulan mulai dari tanggal 30 Juli 2003 hingga 28 Desember 2003 di SPN Betung Polda Sumatera Selatan. Kemudian melanjutkan Magang di kewilayahan selama 6 Bulan di Polres Belitung Polwil Kep. Bangka Belitung, lalu Lulus pada Juli 2004 tepatnya pada tanggal 13 Juli 2004 saya dilantik bersama 835 personil lainnya karena 13 orang ditunda pelantikannya, ditundanya karena 12 orang melakukan pelanggaran Pada saat melakukan magang di kewilayah Polres Lahat sedangkan 1 orang lagi melakukan pelanggaran dengan masuk ke tempat yang dilarang karena tidak mempunyai surat tugas.

Saya mendapatkan tugas penempatan pertama di Polres Ogan komering Ilir, Tahun 2005 menjadi anggota Riksa Polsek Tanjung Raja Polres Ogan Ilir. Pada Tahun 2011 penulis ditarik ke Bid Humas Polda Sumsel dan ditempatkan mendampingi Brigadir R. Marbun, SH membuat Majalah Wira Bhakti, dan pada April 2012 Brigpol R.Marbun,SH dimutasi ke Polresta Palembang. Lalu sebagai gantinya penulis yang mengedit dan mendesain Majalah Wira Bhakti dari April 2012 hingga sekarang. Berikut ini Koper MAjalah Wira Bhakti Polda Sumsel tahun 2014*(aliudin.M)







Minggu, 15 Maret 2015

Bhakti Sosial Kapolres OKU Selatan



Dalam rangka menjalin silaturahmi dan membantu masyarakat sekitar, Polres OKU Selatan bekerjasama dengan LSM dan dinas Kesehatan maka dilakukan bakti sosial, 

Kapolres OKU Selatan AKBP Herwansyah Saidi,SIk didampingi Paur Humas Brigpol Jhoni Albert,SH mengatakan bahwa kegiatan Bhakti Sosial dilaksanakan  oleh Polres OKU Selatan bekerjasama dengan LSM Sumber Pendidikan Mental Agama Allah dan Dinas Kesehatan Kab. OKU Selatan di Desa Ulu Danau Kecamatan Sindang Danau Kabupaten OKU Selatan.

Kegiatan bhakti sosial dilaksanakan pada hari minggu tanggal 1 Maret 2015 sekitar pukul 08.00 Wib sampai pukul 16.30 Wib wilayah Sindang Danau.

Bhakti Sosial ini melibatkan 1 dokter Polres, 2 bidan Polres, 1 perawat gigi Polres, 1 Paur Kesehatan Polres, 7 bhayangkari Polres yang berprofesi bidan, 2 Dokter dari LSM Sumber Pendidikan Mental Agama Allah, 1 Dokter Rumah Sakit, 4 Perawat Rumah Sakit dan 5 tenaga Bekam dari LSM Sumber Pendidikan Mental Agama Allah . 

Adapun kegiatan yang dilakukan yaitu sunatan masal kepada 63 anak, pemeriksaan kesehatan terhadap 750 masyarakat, pemeriksaan mata dan pembagian kaca mata kepada 500 masyarakat, pengobatan bekam kepada 300 masyarakat dan donor darah.

Kegiatan bhakti sosial ini dimaksudkan untuk meningkatkan Kamtibmas melalui keperdulian Polres OKU Selatan Kepada masyarakatnya, mengingat di wilayah Sindang Danau ini pernah ditemukan adanya lahan ganja, dan agar masyarakat  menjadi sungkan bila berbuat salah atau melanggar.

Selain dilakukan kegiatan pengobatan masaal juga dilakukan ceramah dan Tauziah agama dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat. Tempat kegiatan menggunakan gedung SMP Sindang danau.

Untuk kedepannya akan dilakukan juga kegiatan bhakti sosial di tempat yang dianggap rawan kamtibmas guna cipta kondisi agar kamtibmas menjadi kondusif di wilayah hukum Polres OKU Selatan dengan mengedepankan pencegahan*(M.aliudin)








Selasa, 10 Maret 2015

Penutupan Pelatihan Jurnalistik 2015


Palembang, Tak terasa sudah menjalani hari kelima dan merupakan akhir pelaksanaan diklat dilaksanakan di Hotel Grand Zuri Jl. Rajawali 8 Palembang dari tanggal 23-27 Pebruari 2015. tibalah waktu perpisahan bagi 34 peserta diklat jurnalisme warga bagi staf PT. Matahari Kahuripan Group dan Polri khususnya pengemban Fungsi Kehumasan pada Polda Sumsel dan jajaran.

Materi yang padat dan singkat tidak membuat peserta bosan tapi tambah semangat walapun hari ini Jum'at 27 Pebruari 2015 diklat akan ditutup oleh Kadiv Humas Polri yang diwakili Kabid Humas Polda Kombes Drs R.Djarod PH. Madyoputro, MH. Sebelum ditutup ada narasumber yang datang langsung dari Propinsi Yogyakarta yaitu Supadiyanto, S.Sos.I. M.I.Kom tentang membuat berita dan press release 150 kata.

Sebelum memberikan materi terlebih dahulu narasumber meminta dua peserta untuk menceritakan pengalamannya sebelum dan sesudah menjadi personil di fungsi kehumasan.  satu peserta termuda Brigpol Leo Pelani, SH anggota Bid Humas Polda Sumsel disampaikan dengan sedikit grogi mengatakan bahwa selain tugas kedinasan dengan pelatihan ini  untuk menambah ilmu bidang jurnalistik. sedangkan peserta tertua yaitu Kompol H. Jumali, SH menjabat sebagai Kepala Urusan Pullah Infodok Subbid PID Bid Humas Polda Sumsel dengan gaya orang Jawa, mengatakan bahwa yang bisa membuat peserta diklat dan pemapar tertawa karena mengaku paling alergi Laptop dibanding dengan mesin ketik, dan menambahkan bahwa basicnya selama menjadi anggota Polri adalah Reserse sebagai Penyidik, apabila membuat BAP kalau menggunakan mesin ketik bisa dengan 10 jari tangan tapi dengan menggunakan Laptop tidak bisa apalagi setelah dimutasi ke Bidang Humas sekitar tahun 2013 dihadapkan dengan internet pikirannya tambah kosong.

Kompol H. Jumali, SH harus ditiru anggota Polri lainnya dan khusus kepada peserta diklat jurnalisme warga memberikan saran dan masukan walau sudah tua dekat pensiun pada tahun 2015 ini juga tapi tetap semangat dsm kemauan tinggi dalam bekerja.

Diklat jurnalisme warga ditutup dengan ditandai pelepasan tanda peserta, perwakilan peserta dari Bid Humas Polda Sumsel adalah Kompol Soeryadani.S, SH Kepala Urusan Penerangan Satuan Subbid Penmas Bid Humas Polda Sumsel sedangkan perwakilan dari PT. Makin Group adalah Firmansyah Chief Ass CD pada PT. Makin Group.

Sebagai bukti bahwa telah dilaksanakan pendidikan dan latihan kepada masing masing peserta telah diberikan Serifikat Penghargaan dan Tanda Anggota sebagai Anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia. Diharapkan kedepan alumni peserta diklat jurnalisme dapat mengaplikasikan ilmu selama mengikuti diklat sehingga mampu membuat dan mengisi berita di media*(aliudin)